Polisi Ungkap Kasus Tengkorak Kepala Manusia

Polisi Ungkap Kasus Tengkorak Kepala Manusia

Polisi Ungkap Kasus Tengkorak Kepala Manusia – Aspek Dokter Kesehatan( Bid Dokkes) Polda Bengkulu, membenarkan bila kerangka kepala orang di dalam lembah sedalam sekira 20 m di gerakan Bengawan Air Merah, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, merupakan Astrid Aprilia( 15), siswa asal Kelurahan Sukaraja, Kabupaten Rejang Lebong.

Perihal itu dikenal sehabis dicoba pengecekan serta analisa Deoxyribo Nucleic Acid( DNA), pada Jumat 14 Februari 2020, di Makmal Bid Dokkes Mabes Polri, lewat SOP dari percobaan kata pengantar, ekstraksi ilustrasi, serta determinasi genotip.

Ada pula ilustrasi DNA yang didapat berbentuk 3 buah gigi, ialah gigi 16, gigi 17 serta gigi 27. Tidak cuma itu, Bid Dokkes pula mengutip darah papa korban, Astrid Aprilia, Heri Meypriyanto. Tidak hanya itu, dari Bid Dokkes pula melaksanakan pengumpulan ante mortem bagaikan pembeda informasi post mortem.

Kepala Aspek Dokkes Polda Bengkulu, Kombes I Gram A A Diah Yamini berkata, hasil DNA mempunyai indikator paternal 99, 99 persen. Teruji, bila kerangka kepala orang yang ditemui itu merupakan anak biologis dari Heri Meypriyanto, ataupun papa korban.

” 3 buah gigi dengan rincian gigi 16, gigi 17 serta gigi 27 teridentifikasi merupakan AA( Astrid Aprilia) anak biolgis dari Hektometer( Heri Maypriyanto),” tutur Diah, Selasa( 10 atau 3 atau 2020).

Sedangkan itu, Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Dheny Budhiono berkata, hingga dikala ini bagian badan korban mulai dari tubuh, tangan serta kaki korban belum ditemui. Di mana yang terkini ditemui cuma batok kepala kepala.

Buat yang lain belum ditemui, hingga Dheny.

Dheny menarangkan, terdakwa tidak terdapat melaksanakan pemenggalan kepada korban. Di mana tulang bawak korban terpisah dampak pembusukan, alhasil terpisah dari bagian badan yang lain.

Terdakwa, nyata Dheny, diduga dengan Artikel 36 F jounto Artikel 83 serta ataupun 76 c jo Artikel 81 Bagian 1, 2 serta 3 hukum No 35 tahun 2014, mengenai pergantian atas, UU 23 tahun 2002, mengenai proteksi anak.

Korban tidak dimutilasi. Semua badan korban dimasukkan dalam keranjang, nyata Dheny. Memang Polisi ungkap kasus tengkorak kepala manusia yang jatuh ke jurang itu.

Begitu juga dikenal, Astrid Aprilia( 15), salah satu siswa asal Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, jadi korban asumsi penculikan serta kekerasan anak di dasar baya.

Korban diprediksi dibunuh di rumah terdakwa, YO( 30), di Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, pada Sabtu 9 November 2019.

Asrid dibunuh dengan metode dicekik terdakwa memakai kedua tangannya. Dikala itu korban dimohon tiba ke rumah terdakwa, pada Jumat 8 November 2019, petang.

Saat sebelum menghabisi nyawa korban dengan metode dicekik, terdakwa luang melecuti busana korban dengan cara totalitas. Perihal itu buat memudahkan slot joker pulsa memasukkan badan korban ke dalam keranjang.

Kemudian, badan Astrid dibuang ke dasar jembatan gerakan Bengawan Air Merah, Kecamatan Curup Tengah.

Berjarak 10 hari setelah itu, pada Selasa 19 November 2019. Terdakwa bertamu badan keluarga korban, buat memohon bayaran duit sebesar Rp100 juta. Di mana terdakwa bertamu keluarga korban dengan memakai hp( Hp) kepunyaan korban.

Pada Desember 2019, keluarga korban memberi tahu peristiwa itu ke Mapolres Rejang Lebong. Pergi dari informasi itu polisi melaksanakan pelacakan kepada permasalahan yang membunuh siswi 15 tahun itu.

Dengan terdapatnya petunjuk hp( Hp) korban yang sedang aktif, regu interogator sukses melacak kehadiran terdakwa lewat signal Hp kepunyaan korban. Pada Minggu 19 Januari 2020, terdakwa sukses diamankan, kala mengemudikan mobil angkot kepunyaannya.

Pada Rabu 22 Januari 2020, bagian badan korban sukses ditemui. Semacam, batok kepala bagian kepala.

Dikala dibekuk polisi sukses menciptakan satu bagian hp( Hp) kepunyaan korban di dalam angkot, kencana di dalam rumah terdakwa, dan satu bagian sepeda motor kepunyaan korban yang ditemui 50 m dari rumah terdakwa.